Penembak Kepala Desa Sulit Dikenali karena Pakai Penutup Wajah

Kepolisian Resor Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih melakukan penyelidikan secara intensif guna mengungkap pelaku penembakan yang menewaskan Kepala Desa Lidor, Kecamatan Rote Barat Laut,Yopi O Hilli.

Kepala Kepolisian Resor Rote Ndao AKBP Murry Miranda mengatakan, pelaku belum bisa diidentifikasi lantaran saat melakukan penembakan itu memakai penutup wajah.

“Untuk sementara, berdasarkan keterangan dari saksi tadi pagi mulai mengarah kepada pelaku. Namun saksi belum yakin bahwa pelaku yang saksi kenal karena pelaku menggunakan penutup wajah semua,” kata Murry.

Apalagi, lanjutnya, jarak pandang antara saksi dan pelaku agak jauh ditambah lagi dengan situasi depan rumah tempat korban ditembak gelap sehingga saksi belum bisa memastikan dengan jelas siapa pelaku utama.

Oleh karena itu, kata Murry, pihaknya sedang membentuk tim untuk menyelidiki dan juga masih melakukan pengumpulan bahan dan keterangan serta bukti-bukti dan juga penambahan pemeriksaan saksi.

Sebelumnya diberitakan, Yopi O Hilli (36), penjabat Kepala Desa Lidor, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, tewas ditembak orang tak dikenal saat berkunjung ke rumah salah satu warganya.

Kepala Kepolisian Resor Rote Ndao Ajun Komisaris Besar Polisi Murry Miranda mengatakan, korban tewas ditembak di rumah salah seorang warga yang bernama Apri Balla di Dusun Nafioen, Minggu (3/1/2016) sekitar pukul 22.30 Wita.

Peristiwa itu terjadi ketika Yopi datang seorang diri dengan mengendarai sepeda motor ke rumah Apri untuk mengambil surat-surat bantuan sosial serta proposal.

Sumber : http://regional.kompas.com/read/2016/01/06/08171821/Penembak.Kepala.Desa.Sulit.Dikenali.karena.Pakai.Penutup.Wajah

www.asyfapulaupari.com

Advertisements

Pernah Gagal, Pasangan Suami Istri Ini Kembali Maju di Pilwakot Balikpapan

Pernah Gagal, Pasangan Suami Istri Ini Kembali Maju di Pilwakot Balikpapan
Jakarta – Sepasang suami istri di Balikpapan ikut dalam gelaran pilkada serentak.Pasangan Abdullah Hakim dan Wahidah, mengajukan diri sebagai bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan lewat jalur independen. Padahal, keduanya pernah gagal di gelaran Pilwakot Balikpapan 2011.

“Iya, ini buat yang kedua kali, pernah dulu 2011, bersama bapak juga, tapi gagal, ini yang kedua,” kata Wahidah saat dihubungi, Kamis (30/7/2015) malam.

Selengkapnya http://dinayatita03.blogspot.com/2015/07/pernah-gagal-pasangan-suami-istri-ini.html